Selasa, 31 Mei 2011

Windows XP VS Windows 7 dan Solusi instalasi Win XP Pada Laptop Terbaru

 Perbandingan Windows XP dan Windows 7


Sebelum mulai kita membandingan perlu diketahui, spesifikasi komputer yang saya gunakan sebagai pembanding untuk keduanya adalah sama, dan saya rela menginstal ulang windows Fresh Instalation, agar mendapatkan hasil yang obyektif untuk keduanya. yaitu :

-Prosesor         : Intel Pentium 4 kecepatan 2.66 GHZ FSB 533 soket 478
-Main Board    : Gigabyte GA-8I848E (-L) dengan Chipset Intel I-848-P
-RAM               : 3x 512 MB DDR1 PC 3200
-Hardisk          : WD 40 GB
-VGA                : ATI Radeon 9600 256 MB 128 Bit
-Sound Card    : CMI-8738
-Power Suppy : 500 Watt
  • untuk Instalasi XP: Windows XP lebih lama untuk proses instalasinya 30 menit. dan membutuhkan ruang untuk windows sekitar 1,5 GB
  • untuk Instalasi 7 : Windows 7 berjalan lebih cepat untuk proses instalasinya 15 menit. Membutuhkan ruang untuk windows sekitar 9 GB 
untuk Tampilan XP: Windows XP masih ada kekurangan pada efek efek desktopnya dan efeknya tidak kelihatan begitu menonjol.
untuk Tampilan 7: Windows 7 memiliki banyak sekali efek untuk tampilannya, salah satunya adalah Aero Glass, kalau boleh saya katakan untuk urusan tampilan windows 7 lebih optimal sekali untuk urusan efeknya.
  • untuk MultiTasking XP: untuk urusan multitasking,Windows XP kadang masih mengalami error atau Hang, kalau saya membuka aplikasi banyak, yaitu 6 program secara bersamaan.
  • untuk MultiTasking 7: untuk urusan multitasking, Windows 7 tidak ada masalah, bahkan saya pernah coba buka 6 aplikasi  secara bersamaan, windows 7 tetap dengan enteng berjalan normal dan tidak hang.
untuk Kecepatan XP: untuk ukuran kecepatan, padahal menggunakan ruang 1,5 GB dan dengan spesifikasi komputer diatas tapi kadang masih terjadi Blue Screen Of Dead (BSOD) dan sering Not Respond.
untuk Kecepatan 7 : untuk kecepatan padahal dengan spesifikasi komputer sama, dan membutuhkan ruang 9 GB, tapi windows 7 berjalan sangat bagus dan ada yang bilang bahwa windows 7 membutuhkan hardware yang super besar, tapi nyatanya dengan spesifikasi komputer saya diatas, windows 7 berjalan sangat cepat dan lebih stabil dari XP. BSOD hampir tidak pernah muncul.
  • untuk Multimedia XP: dengan menggunakan Microsoft Directx 9.0, saya rasa masih kurang untuk Film, music bahkan untuk bermain game kurang tajam.
  • untuk Multimedia 7: dengan didukung Microsoft Directx 11, memang sangat fantastis untuk ukuran komputer saya tadi, lebih tajam dan lebih jelas. bahkan untuk bermain game lebih nyata. (adapun game yang saya coba untuk keduanya adalah The Sims 2 Deluxe Edition, Operation FlashPoint, Soldier :Heroes World War II, Age Of Empires 3,Age Of Empires I dan II, Delta Force, etc)
untuk Kompatibel XP: windows XP memiliki kompatibel yang sangat bagus.hampir tidak ada masalah.
untuk Kompatibel 7: walau merupakan windows generasi terbaru tapi untuk urusan kompatibel dengan software maupun hardware lama masih sangat bagus.

Instalasi Windows Xp Di Laptop Model Terbaru

Jika kita perhatikan, kebanyakan produk-produk Notebook ( Laptop ) dan Netbook model terbaru umumnya telah mengusung Windows 7 atau Windows Vista sebagai default OS bawaannya. Sedangkan di lain sisi, kebanyakan pengguna komputer di Indonesia masih lebih memilih Windows XP sebagai default OS'nya. Entah karena alasan Windows Xp itu lebih familiar, tidak banyak menghabiskan resource memori, kompabilitas dengan software lain atau alasan-alasan lainnya, intinya Windows XP masih merupakan OS dambaan para pengguna Komputer di Indonesia.
     Hal ini tentulah meciptakan suatu kesulitan ketika seseorang yang lebih familiar dengan Windows Xp membeli Laptop ( Notebook ) atau Netbook baru yang OS default 'nya telah menggunakan Windows Vista atau Windows 7. Kesulitan pun semakin bertambah saat mengetahui ternyata vendor produk tersebut pun hanya menyediakan Support Driver Software hanya untuk Windows Vista atau Windows 7. Nah, disini kami mencoba memberikan sebuah solusi, yang mungkin dapat membantu para pemilik komputer yang ingin men'downgrade OS ke Windows XP.
    Deteksi, Hardware apa saja yang di gunakan oleh produsen laptop atau netbook tersebut dalam produknya itu. Misalnya, Soundcard (menggunakan realtek, IDT,  atau yg lain), VGA'nya (menggunakan Chip keluaran ATI atau NVidia) dan sebagainya. Untuk mendeteksi hardware yang terinstal dalalm sebuah produk komputer, anda bisa menggunakan software"Everest". Software ini secara otomatis langsung mendeteksi vendor dari hardware yang terinstal di dalam sebuah produk komputer. Ada satu cara lagi yang sangat mudah untuk mengetahui hardware apa saja yang terinstal dalam sebuah produk komputer. Anda tinggal instal saja menggunakan OS defaultnya, lalu buka Device Manager. Di situ anda bisa melihat, hardware dari vendor mana saja yang di tanamkan di dalam produk tersebut. Hardware penting yang perlu di catat antara lain: Soundcard, VGA, Chipset (ICH), LAN, Modem, Wireless, CardReader dan Bluetooth (kalau ada).
    Setelah mencatat semua data vendor hardware yang tertanam , maka misi berikutnya cobalah langsung menginstal Windows XP , lalu buka DeviceManager, hardware apa saja yang belum mampu di kenali oleh OS XP tersebut
    Untuk tahap awal, cobalah gunakan  "Driver Software" yang seharusnya di pakai untuk OS default, kita gunakan untuk mengenali hardware di Windows XP. Karna kami sering menemukan bahwa ternyata ada beberapa vendor hardware yang hardware'nya dapat di install dengan menggunakan software driver yang bukan untuk OS default'nya.
    Jika belum berhasil juga, misi selanjutnya yaitu anda connect ke internet, kunjungi Official Website dari vendor hardware itu, biasanya di sana mereka menyediakan Software Driver untuk semua OS, sebagai contoh jika sebuah laptop semisal ACER atau TOSHIBA yang VGA'nya menggunakan NVIDIA GeFORCE 7300M, maka anda bisa langsung mencari software driver 'nya langsung ke Official Website'nya NVidia.
    Jika belum berhasil juga, maka misi selanjutnya yaitu memodifikasi SoftwareDriver default agar bisa di pakai di Windows XP. Tapi sayangnya , modifikasi Software Driver baru hanya sebatas pada hardware Video ( VGA ). Dengan menginstall dotNET 2,  msXML6 dan Mobility Modder anda sudah bisa memodifikasi Software Driver default agar bisa di pakai di Windows XP (untuk detail cara modifikasi, anda bisa browsing di google
    Jika belum berhasil juga, maka jurus terakhir yaitu coba-coba mengkompare'nya dengan produk komputer dari merk lain. Contoh, jika kita membeli produk ACER dengan spesifikasi A maka kita dapat mengkompare'nya denga produk dari TOSHIBA atau Compaq dengan spesifikasi yang sama.  Dengan berharap jika ACER tidak menyediakan Software Driver untuk Windows XP, mungkin TOSHIBA atau Compaq masih menyediakan support untuk Win XP. Karena kami sering menemukan hal seperti ini.
Sekian dari saya, semoga membantu

Minggu, 22 Mei 2011

Tips Memilih Flashdisk Yang Baik

Bagi anda yang ingin membeli sebuah flash disk jangan anggap remeh dalam memilih, apalagi zaman sekarang banyak barang yang asli tapi palsu. Tentunya tidak ada salahnya mengetahui cara benar memilih flash disk. Berikut ini akan dijabarkan 6 tips jitu dalam memilih flash disk yang tepat dan benar.
  • Dukungan software. Kamu dapat memilih flashdisk yang memiliki chip pengontrol di setiap unitnya. Chip pengontrol ini akan memudahkan kamu untuk meng-install USB flash disk dengan berbagai macam software portabel, seperti: Security Software, Partition Software, File Synchronization, dan lain-lain. Security Software sangat penting dalam memastikan data sensitive kamu tidak jatuh ke tangan orang tak berwenang. kamu dapat memilih flashdisk yang kompatible dengan beberapa system operasi, tanpa harus menggunakan driver atau tidak tergantung dengan driver tertentu.
    • Perhatikan kecepatan transfer data. Faktanya, kecepatan transfer data dari USB 2.0 berkisar antara 14 Mb/s hingga 24 Mb/s, namun kecepatan tersebut akan menurun jika menggunakan kabel USB atau USB hub. Walaupun USB 2.0 memiliki kecepatan lebih baik dari USB 1.1, dengan kecepatan 1.5 Mb/s.
      • Perhatikan desain dan kelengkapannya. Tidak hanya desain dan model fisik flashdisk yang sesuai dengan selera kamu, namun yang harus diperhatikan juga adalah kelengkapan produknya, seperti tali gantungan, tutup casing flashdisk, paket CD driver, fasilitas anti air, pengunci manual di luar casing, kabel USB, dan aksesoris lainnya.
        • Perhatikan kapasitas flashdisk. Kamudapat membeli flashdisk, tentunya yang sesuai kebutuhan dan tidak sampai kurang sehingga kamu harus membeli lagi, misalnya kapasitas ideal 2GB, dan sesuai dengan budget kamu.
          • Perhatikan garansi. Garansi sebisa mungkin life time, namun pemakaian rata-rata flashdisk pada umumnya hanya sekitar 2 hingga 3 tahun, bisa karena bosan memakainya atau mungkin kamu membutuhkan kapasitas yang lebih besar. Hal inilah yang menjadi dasar anggapan bagi sebagian orang bahwa masa garansi cukup hanya 2 hingga 3 tahun.
            • Perhatikan informasi manufaktur dan distributor. Pilihlah flashdisk yang handal dan memiliki service center yang jelas. Kamu harus memastikan kebenaran informasi mengenai produsen dan distributornya, dan cara menghubungi mereka. Hal ini berguna jika kamu misalnya mengalami masalah dengan flashdisk, atau klaim garansi, ketika outlet tempat kamu membeli flashdisk tidak bersedia melayani klaim kamu.
              Posted by Teknisi.com

              Kerusakan RAM komputer

              Q : Mengapa Windows mendeteksi RAM  lebih sedikit dari yang sesungguhnya ?
              A : Ada banyak hal yang menyebabkan, diantaranya adalah :
              1. "Kerusakan" fisik". Untuk mengatasinya Anda harus memeriksa kondisi fisik RAM tersebut. Buka casing komputer Anda, lalu cabut RAM tersebut. Bersihkan apabila RAM dan socketnya kotor. Periksa juga apakah ada karat. Anda juga harus memastikan bahwa RAM tersebut dari bahan yang sama (keemasan atau keperakan). Jika berbeda, sebaiknya Anda mengganti RAM tersebut.
              2. ROM Shadowing Pada beberapa BIOS dan driver 16 bit, kadang-kadang memakai sebagian (baca : sedikit) RAM sebelum Windows dijalankan. Beberapa BIOS juga terdapat feature ROM shadowing yang akan mengcopy isi dari system dan video BIOS ROM ke RAM guna meningkatkan performa komputer (Pada DOS dan Windows 3.1 ). Hal ini karena kecepatan ROM lebih rendah dari RAM. Tetapi jika Anda memakai Windows 95/98/NT dengan memori yang minim sebaiknya feature ROM shadowing dimatikan saja (dari CMOS setup), karena Windows 95/98/NT jarang sekali mengakses ROM sehingga RAM tersebut dapat digunakan oleh Windows.
              3. Penggunaan VGA card on board. Jika misalnya Anda memiliki RAM 32 Mb dan VGA card 2 Mb, maka RAM yang dapat digunakan hanya sebesar 30 Mb (32 Mb - 2 Mb). Jadi sebaiknya jangan memakai VGA card on board.
              4. Terdapat driver atau program yang dijalankan dari config.sys atau autoexec.bat yang bekerja menggunakan RAM. Solusinya : Edit file autoexec.bat dan config.sys dengan menggunakan Notepad. Lalu editlah pada baris yang "mencurigakan" atau yang kira-kira digunakan untuk me-load program. Bila ketemu tambahkan kata REM (tetapi bila Anda menambahkan kata REM maka program tersebut tidak akan di-load/dijalankan). Bila Anda memakai driver CD-ROM 4x dari Teac, ubahlah parameter xmssize= -1 pada autoexec.bat menjadi xmssize=0.
              5. Virtual device driver dijalankan dari system.ini. Untuk mengatasinya buka system ini dengan cara klik Start - Run - ketikkan sysedit. Pilih system.ini. Lalu editlah pada baris yang kira-kira digunakan untuk meload virtual device driver. Alternatif lainnya adalah dengan membuat file system.ini yang baru.
              6. Terdapat baris Maxphyspage pada file system.ini Silakan lihat pada file system.ini, apakah terdapat baris Maxphyspage atau tidak. Jika ya, hapus baris tersebut.
              7. Kesalahan pada CMOS setting. Pada beberapa komputer terdapat feature Memory Hole at 16 Mb atau Hold to 15 Mb RAM. Jika feature tersebut di enable maka jika Anda memiliki RAM yang lebih besar dari 15 Mb atau 16 Mb, Windows tetap akan mendeteksi sebesar 15 Mb atau 16 Mb. Untuk mengatasi hal ini, silakan di disable feature tersebut.
              8. Meload Ramdrive.sys dari config.sys Check your Config.sys file for a line containing "Ramdrive.sys." If you have this line, it means you are using a RAM drive. To disable the RAM drive, remove or disable the line in the Config.sys file that contains "ramdrive.sys." To disable the line, use a text editor (such as Notepad) to edit the Config.sys file and place a semicolon (;) at the beginning of the line. Buka file config.sys dengan Notepad. Cek pada file tersebut, apakah terdapat baris ramdrive.sys. Jika ya, hapus baris tersebut

              Tips Mengurangi Komputer Hang

              Hang pada komputer bisa membuat jengkel pangguna komputer. Karena pekerjaan bisa terganggu dan kurang efektif. Hang terjadi ketika kerja komputer tidak seimbang dengan performanya.

              Hang bisa diminimalisir, caranya ialah dengan menjadikan komputer seefisien mungkin. Berikut ini adalah beberapa tips mengurangi hang pada komputer.
              1. Hapuslah beberapa program yang jangan digunakan. Misalnya aplikasi yang kurang bermanfaat, sebaiknya dihapus saja dengan cara di uninstall atau di remove pada control panel > add or remove program.
              2. Pastikan tidak ada banyak program yang aktif. Cara mengetahuinya ialah dengan melihat icon yang ada di sudut kanan bawah desktop.tips mengurangi hang
              3. Lakukan scan antivirus. Biasanya salah satu penyebab hang adalah adanya virus yang aktif.
              4. Lakukan defragment pada harddisk c:. caranya klik kanan pada hardisk c:, lalu pilih properties. Setelah muncul tampilannya, pilih tab tools dan pilih defragment now . kemudian lakukan defragment, minimalnya sebulan sekali.
              Dari keempat point diatas, anda bisa melakukan semuanya atau pun tidak. Tapi sedikitnya bisa meminimalisir hang yang terjadi pada komputer. Semoga bermanfaat.
              Posted by Teknisi.com

              Kumpulan Fungsi Kombinasi Tombol Keyboard Komputer

              • CTRL+C (Copy)
              • CTRL+X (Cut)
              • CTRL+V (Paste)
              • CTRL+Z (Undo)
              • CTRL while dragging an item (Copy the selected item)
              • CTRL+SHIFT while dragging an item (Create a shortcut to the selected item)
              • CTRL+LEFT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous word)
              • CTRL+DOWN ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next paragraph)
              • CTRL+UP ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous paragraph)
              • CTRL+SHIFT with any of the arrow keys (Highlight a block of text)
              • CTRL+A (Select all)
              • CTRL+F4 (Close the active document in programs that enable you to have multiple documents open simultaneously)
              • CTRL+ESC (Display the Start menu)
              • ALT+ENTER (View the properties for the selected item)
              • ALT+F4 (Close the active item, or quit the active program)
              • ALT+ENTER (Display the properties of the selected object)
              • ALT+SPACEBAR (Open the shortcut menu for the active window)
              • ALT+SPACEBAR (Display the System menu for the active window)
              • ALT+Underlined letter in a menu name (Display the corresponding menu)
              • ALT+TAB (Switch between the open items)
              • ALT+ESC (Cycle through items in the order that they had been opened)
              •  DELETE (Delete)
              • SHIFT+DELETE (Delete the selected item permanently without placing the item in the Recycle Bin)
              • SHIFT with any of the arrow keys (Select more than one item in a window or on the desktop, or select text in a document)
              • SHIFT+F10 (Display the shortcut menu for the selected item)
              • F2 key (Rename the selected item)CTRL+RIGHT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next word)
              • F3 key (Search for a file or a folder)
              • F4 key (Display the Address bar list in My Computer or Windows Explorer)
              • F5 key (Update the active window)
              • F6 key (Cycle through the screen elements in a window or on the desktop)
              • F10 key (Activate the menu bar in the active program)
              • RIGHT ARROW (Open the next menu to the right, or open a submenu)
              • LEFT ARROW (Open the next menu to the left, or close a submenu)
              • BACKSPACE (View the folder one level up in My Computer or Windows Explorer)
              • ESC (Cancel the current task)
              • SHIFT when you insert a CD-ROM into the CD-ROM drive (Prevent the CD-ROM from automatically playing)
              Dialog Box Keyboard Shortcuts
              • CTRL+TAB (Move forward through the tabs)
              • CTRL+SHIFT+TAB (Move backward through the tabs)
              • TAB (Move forward through the options)
              • SHIFT+TAB (Move backward through the options)
              • ALT+Underlined letter (Perform the corresponding command or select the corresponding option)
              • ENTER (Perform the command for the active option or button)
              • SPACEBAR (Select or clear the check box if the active option is a check box)
              • Arrow keys (Select a button if the active option is a group of option buttons)
              • F1 key (Display Help)
              • F4 key (Display the items in the active list)
              • BACKSPACE (Open a folder one level up if a folder is selected in the Save As or Open dialog box)

              Microsoft Natural Keyboard Shortcuts
              • Windows Logo (Display or hide the Start menu)
              • Windows Logo+BREAK (Display the System Properties dialog box)
              • Windows Logo+D (Display the desktop)
              • Windows Logo+M (Minimize all of the windows)
              • Windows Logo+SHIFT+M (Restore the minimized windows)
              • Windows Logo+E (Open My Computer)
              • Windows Logo+F (Search for a file or a folder)
              • CTRL+Windows Logo+F (Search for computers)
              • Windows Logo+F1 (Display Windows Help)
              • Windows Logo+ L (Lock the keyboard)
              • Windows Logo+R (Open the Run dialog box)
              • Windows Logo+U (Open Utility Manager)

              Microsoft Internet Explorer Navigation

              • CTRL+B (Open the Organize Favorites dialog box)
              • CTRL+E (Open the Search bar)
              • CTRL+F (Start the Find utility)
              • CTRL+H (Open the History bar)
              • CTRL+I (Open the Favorites bar)
              • CTRL+L (Open the Open dialog box)
              • CTRL+N (Start another instance of the browser with the same Web address)
              • CTRL+O (Open the Open dialog box, the same as CTRL+L)
              • CTRL+P (Open the Print dialog box)
              • CTRL+R (Update the current Web page)
              • CTRL+W (Close the current window)

              Accessibility Keyboard Shortcuts
              • Right SHIFT for eight seconds (Switch FilterKeys either on or off)
              • Left ALT+left SHIFT+PRINT SCREEN (Switch High Contrast either on or off)
              • Left ALT+left SHIFT+NUM LOCK (Switch the MouseKeys either on or off)
              • SHIFT five times (Switch the StickyKeys either on or off)
              • NUM LOCK for five seconds (Switch the ToggleKeys either on or off)
              • Windows Logo +U (Open Utility Manager)

              Windows Explorer Keyboard Shortcuts

              • END (Display the bottom of the active window)
              • HOME (Display the top of the active window)
              • NUM LOCK+Asterisk sign (*) (Display all of the subfolders that are under the selected folder)
              • NUM LOCK+Plus sign (+) (Display the contents of the selected folder)
              • NUM LOCK+Minus sign (-) (Collapse the selected folder)
              • LEFT ARROW (Collapse the current selection if it is expanded, or select the parent folder)
              • RIGHT ARROW (Display the current selection if it is collapsed, or select the first subfolder)

              Shortcut Keys for Character Map
              • RIGHT ARROW (Move to the right or to the beginning of the next line)
              • LEFT ARROW (Move to the left or to the end of the previous line)
              • UP ARROW (Move up one row)
              • DOWN ARROW (Move down one row)
              • PAGE UP (Move up one screen at a time)
              • PAGE DOWN (Move down one screen at a time)
              • HOME (Move to the beginning of the line)
              • END (Move to the end of the line)
              • CTRL+HOME (Move to the first character)
              • CTRL+END (Move to the last character)
              • SPACEBAR (Switch between Enlarged and Normal mode when a character is selected)

              Microsoft Management Console (MMC) Main Window Keyboard Shortcuts

              • CTRL+O (Open a saved console)
              • CTRL+N (Open a new console)
              • CTRL+S (Save the open console)
              • CTRL+M (Add or remove a console item)
              • CTRL+W (Open a new window)
              • F5 key (Update the content of all console windows)
              • ALT+SPACEBAR (Display the MMC window menu)
              • ALT+F4 (Close the console)
              • ALT+A (Display the Action menu)
              • ALT+V (Display the View menu)
              • ALT+F (Display the File menu)
              • ALT+O (Display the Favorites menu)

              MMC Console Window Keyboard Shortcuts
              • CTRL+P (Print the current page or active pane)
              • ALT+Minus sign (-) (Display the window menu for the active console window)
              • SHIFT+F10 (Display the Action shortcut menu for the selected item)
              • F1 key (Open the Help topic, if any, for the selected item)
              • F5 key (Update the content of all console windows)
              • CTRL+F10 (Maximize the active console window)
              • CTRL+F5 (Restore the active console window)
              • ALT+ENTER (Display the Properties dialog box, if any, for the selected item)
              • F2 key (Rename the selected item)
              • CTRL+F4 (Close the active console window. When a console has only one console window, this shortcut closes the console)

              Remote Desktop Connection Navigation
              • CTRL+ALT+END (Open the m*cro$oft Windows NT Security dialog box)
              • ALT+PAGE UP (Switch between programs from left to right)
              • ALT+PAGE DOWN (Switch between programs from right to left)
              • ALT+INSERT (Cycle through the programs in most recently used order)
              • ALT+HOME (Display the Start menu)
              • CTRL+ALT+BREAK (Switch the client computer between a window and a full screen)
              • ALT+DELETE (Display the Windows menu)
              • CTRL+ALT+Minus sign (-) (Place a snapshot of the active window in the client on the Terminal server clipboard and provide the same functionality as pressing PRINT SCREEN on a local computer.)
              • CTRL+ALT+Plus sign (+) (Place a snapshot of the entire client window area on the Terminal server clipboard and provide the same functionality as pressing ALT+PRINT SCREEN on a local computer.)

              Rabu, 18 Mei 2011

              Apa dan Bagaimana Komponen Baterai Laptop?

              Baterai Laptop

              Komponen laptop yang paling mudah rusak dalam pemakaian normal harian adalah baterai! Apa yang salah? Semua instruksi dari buku panduan pengguna telah di ikuti dengan hati-hati tapi dari semua komponen laptop, tetap saja komponen baterai yang paling rentan untuk rusak atau punya performa yang semakin memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Baterai merupakan komponen yang cukup penting dari laptop. Apabila laptop tanpa baterai sama saja bukan laptop karena tidak mobile.

              Ada beberapa pertanyaan berkaitan dengan baterai :
              1. Saya baru pakai 3 bulan/1tahun kok baterai sudah tidak bisa dipakai
              2. Baterai saya charge kok tidak penuh2x hanya sampai xx%
              3. Lampu charge baterai menyala tetapi kalau adaptor di cabut laptop ikut mati / baterai tidak berfungsi normal.
              4. Baterai saya simpan (tidak dipasang di laptop) setelah beberapa waktu kok tidak bisa dipakai lagi. Karena KATA ORANG : Kalau baterai mau awet lebih baik dicabut.
              5. dll
              Kita bedakan ada 2 komponen utama baterai yaitu :

              1.       CELL LITHIUM
              •   Tempat menyimpan energi
              2.       BOARD BATTERY
              •   Yang mengatur  arus, menyimpan DATA/informasi dari CELL LITHIUM.  Hal ini dikarenakan LIthium bahan tidak dapat mengendalikan diri sendiri dan mudah meledak , beda dengan NI-CD. Sehingga harus di monitor panas, arus yg lewa (I), tegangan (V), charging time, etc.

              Penjelasan Singkat :
              • Baterai dipakai BUKAN BERDASARKAN WAKTU (hari, bulan, tahun), tetapi di-DIHITUNG berdasarkan CYCLE CHARGE-DISCHARGE, setiap satu cycle kemampuan berdasarkan kalkulasi BOARD BATTERY akan berkurang, bukan kemampuan cell baterai. Dimana BOARD BATTERY ada batasan minimum kemampuan baterai yang diperbolehkan. Pada umumnya baterai bisa sampai 300-600 cycle. Jadi kalau dalam satu hari melakukan 30 cycle, kurang lebih baterai dalam 10 hari akan drop
              • Kenapa tidak penuh2x, karena Current Capacity di BOARD BATTERY tidak sinkron/SAMA dengan perhitungan Arus dan Voltage CELL BATTERY (CELL IMPEDANCE).  Ada beberapa type yang bisa di kalibrasi ada yang di LOCK oleh MANUFACTURE BATTERY (Bukan Manufacture laptop).
              • Kondisi ini biasanya karena SAFETY CIRCUIT di BOARD BATTERY sudah rusak, bisa di akibatkan over current (I), over voltage (V) maupun heat atau panas. Dan didalam BOARD BATTERY terdapat safety circuit 3 lapis dan CUKUP CERDAS.
              • Didalam BOARD BATTERY terdapat “self discharge/day” parameter dimana apabila battery tidak dipakai akan mengurangi “Current Capacity” di BOARD BATTERY , dimana ada minimum CURRENT CAPACITY yang di ijinkan oleh BOARD BATTERY. Apabila terlalu rendah maka BOARD BATTERY akan mengaktifkan SAFETY CIRCUIT, alias bunuh diri.
              Dari tahapan di atas terlihat sebenarnya masalah baterai lebih banyak diakibatkan oleh BOARD bukan CELL BATERAI. Tetapi juga harus diingat LI-THIUM harus dimonitor dengan benar proses charging dan discharging, dikarenakan sifat dari bahan tersebut mudah terbakar dan mudah meledak. Tetapi memang memiliki keuunggulan kemampuan yang lebih besar dibandingkan seri Ni-CD.  Begitulah adalah hal positif menggunakan lithium tetapi terdapat pula hal negatifnya.
              teknisi.com

              Apakah baterai CMOS itu?

              Baterai Cmos adalah baterai dengan voltase sekitar 12 Volt dan berdiameter sekitar 1,5cm (pada umumnya, untuk baterai PC) pada laptop, diameter dan bentuknya bisa berbeda. Baterai Cmos digunakan untuk menyimpan setting pada Cmos (sebuah IC program pada komputer) atau biasa disebut juga Bios. Itulah sebabnya mengapa tanggal dan jam di komputer anda tetap berjalan meskipun komputer dimatikan, ya.. karena baterai Cmos. Baterai Cmos merupakan baterai recharger yang akan di ‘charge’ kembali disaat komputer menyala.

              Pada saat Anda menyalakan komputer pertama kali, akan tampak sebuah screen yg memberikan waktu beberapa detik bagi Anda untuk dapat mensetting BIOS dikomputer Anda. Tampilan tersebut hanya berlangsung kurang lebih sekitar 5 detik sebelum komputer meload Windows atau sistem operasi lainnya. Memang biasanya untuk orang awam memasuki BIOS tidak terlalu diperlukan, karena settingan BIOS secara default sudah cukup untuk digunakan. Anda dapat memasuki BIOS dengan menekan tombol DEL atau tombol F2, tombol yang umum digunakan untuk memasuki BIOS.

              Apa Penyebab baterai CMOS cepat Habis ?
              Baterai Cmos biasanya bisa bertahan lama (kurang lebih 5 tahun) dengan syarat komputer anda sering dipakai sehingga baterai tetap bisa terus di ‘charge’ ulang oleh komputer. Biasanya komputer yang tidak dipakai lama atau ‘nganggur’ berbulan-bulan mengakibatkan baterai Cmos akan habis dayanya diserap untuk kebutuhan Cmos/Bios.

              Kerusakan kedua biasanya diakibatkan buruknya kualitas baterai. Dan sayangnya baterai Cmos yang beredar di pasaran memang baterai Cmos dengan kualitas ‘seadanya’ dengan harga bervariasi antara Rp. 3000 sampai Rp. 5000. Bahkan untuk pembelian partai, harga baterai Cmos tak lebih dari Rp. 700 per baterai.

              Kerusakan yang disebabkan oleh baterai CMOS
              Oleh karena fungsi BIOS yang cukup penting dalam komputer Anda, begitupun peranan baterai CMOS yang mensuplai tenaga bagi BIOS untuk bekerja sangatlah penting. Meskipun baterai CMOS telah habis, BIOS masih dapat bekerja dengan settingan lama tanpa bisa diubah-ubah.
              1. Jika BIOS sudah tidak dapat lagi melakukan tugasnya secara normal, kemungkinan perubahan-perubahan yang ada pada komputer Anda, terutama untuk pengenalan hardware-hardware baru tidak dapat dilakukan. Misalnya Anda akan memasang komponen baru dikomputer Anda (VGA misalnya), maka mainboard tidak dapat mengenali komponen tersebut dan dianggap tidak ada.
              2. Contoh kedua, ketika Anda melakukan perubahan pada settingan BIOS seperti perubahan pada Bootable Device, maka setelah Anda restart komputer tersebut settingan akan kembali pada settingan semula. Biasanya akan muncul tampilan pada screen bahwa setting BIOS erorr, dan Anda tidak dapat langsung membooting Windows, biasanya menekan tombol F1 atau F2 untuk melanjutkan booting.
              3. Komputer tidak menyimpan tanggal, bulan dan tahun. Dan tentu saja, settingan yang kita buat di Cmos atau Bios akan berubah ke posisi ‘default’, akibatnya komputer akan selalu meminta untuk men-setup ulang dengan perintah-perintah seperti Press Del to Setup, atau Press F1 to Continue atau perintah-perintah lain semacamnya. Sangat mengganggu bukan?
              4. Bila baterai tidak menyimpan tanggal bulan dan tahun, maka di beberapa situs terutama Facebook maka akan timbul peringatan keamanan dan situs yang anda masuki dianggap berbahaya (untrust site)! Mengganggu juga bukan?
              5. Banyak terjadi, walaupun tidak sering, baterai-baterai Cmos menyebabkan komputer tidak bisa hidup! Atau bisa hidup sebentar lalu nge ‘hang’ kemudian tidak bisa dihidupkan kembali, lalu dibutuhkan waktu beberapa jam untuk bisa hidup kemudian mati kembali. Bahkan pada laptop, baterai Cmos sering bocor. Dan bocoran itu menetes pada Mainboard yang mengakibatkan konslet pada board laptop.
              6. Sebaliknya, kesalahan setting yang terjadi pada Bios atau Cmos pun yang mengakibatkan komputer tidak hidup disimpan oleh baterai, sehingga komputer tetap tidak bisa hidup.
              7. Untrusted Connection; Salah satu akibat tidak berjalannya tanggal, bulan dan tahun karena kerusakan baterai Cmos:
              Fungsi Bios :
              1. Mengenali semua hardware / perangkat keras yang terpasang pada PC / Komputer.
              2. Inisialisai ( Penyalaan ), serta pengujian terhadap semua perangkat yang terpasang (Dalam proses yang dikenal dengan istilah Power On Self Test).
              3. Mengeksekusi MBR ( Master Boot record ) Yang berada pada sector pertama pada harddisk, yang fungsinya ialah untuk memanggil Sistem Operasi dan Menjalankannya.
              4. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting/urutan booting, kinerja, serta kestabilan komputer).
              5. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
              Teknisi.com